
Menengah
Panduan Lengkap Keeping Tarantula
Tarantula (Theraphosidae)
Tarantula adalah invertebrata eksotis yang perawatannya justru sederhana, murah, dan hemat tempat. Kuncinya: paham dulu tipe spesies (New World vs Old World) dan jangan berlebihan soal kelembapan.
Daftar Isi
1Pengenalan
Tarantula (famili Theraphosidae) adalah laba-laba besar berbulu yang jadi salah satu invertebrata peliharaan paling populer. Perawatannya sebenarnya lebih simpel dan hemat tempat dibanding reptil. Umur betina bisa sangat panjang (15-30 tahun tergantung spesies), sementara jantan jauh lebih pendek (2-5 tahun). Sebelum beli, tentukan dulu jenisnya karena tiap spesies beda kebutuhan dan tingkat kesulitannya.
2New World vs Old World (WAJIB paham dulu)
Ini pembeda paling penting sebelum memilih tarantula. New World (benua Amerika — mis. Mexican Red Knee, Chilean Rose, Green Bottle Blue): punya rambut urticating yang bisa dilempar sebagai pertahanan, umumnya lebih jinak dan lambat, cocok untuk pemula. Old World (Afrika/Asia, termasuk spesies asli Indonesia — mis. OBT, Cobalt Blue, Poecilotheria, Selenocosmia javanensis): TIDAK punya rambut urticating, tapi jauh lebih defensif, cepat, dan venomnya lebih kuat. Old World untuk keeper berpengalaman dan bukan untuk handling. Kalau baru mulai, WAJIB pilih New World.
3Tipe Hidup & Enclosure
Tarantula punya 3 gaya hidup: Terrestrial (hidup di tanah — butuh luas lantai lebih besar daripada tinggi), Fossorial (penggali — butuh substrat DALAM untuk bikin lubang), Arboreal (pemanjat — butuh enclosure VERTIKAL plus ranting/kulit kayu untuk tempat web). Aturan penting terrestrial: jarak dari permukaan substrat ke tutup jangan lebih dari 1,5x rentang kaki — jatuh bisa fatal. Substrat: coco fiber/coco peat, topsoil, atau campurannya. Sediakan hide dan water dish dangkal. Enclosure kecil justru lebih baik — tarantula tidak suka ruang terlalu luas (susah nemu makanan dan merasa tidak aman).
4Suhu & Kelembapan
Kabar baik: kebanyakan tarantula nyaman di suhu ruangan 24-28°C, jadi sering tidak perlu pemanas sama sekali. JANGAN pakai heat mat di bawah enclosure — bisa memasak tarantula dari bawah. Kalau ruangan terlalu dingin (di bawah 20°C), hangatkan ruangannya, bukan pakai spot heat. Kelembapan tergantung spesies: spesies gurun (Chilean Rose) suka kering, spesies tropis/hutan hujan (Goliath, spesies Indonesia) suka lembap 70-80%. Cara jaga lembap: basahi sebagian substrat plus water dish. JANGAN semprot berlebihan — jamur dan tungau adalah musuh utama. Ventilasi silang wajib, terutama untuk arboreal.
5Feeding
Makanan utama: jangkrik, kecoa dubia, ulat hongkong/superworm. Ukuran prey kira-kira seukuran badan (abdomen) tarantula, jangan lebih besar. Frekuensi: spiderling 2-3x seminggu, juvenil 1-2x seminggu, dewasa 1x seminggu sampai 1x dua minggu. Tarantula bisa puasa berminggu-minggu bahkan berbulan (apalagi menjelang molting) — ini NORMAL, jangan panik. Buang sisa makanan yang tidak dimakan dalam 24 jam karena bisa mengganggu saat tarantula molting. Selalu sediakan air bersih di water dish.
6Molting (Ganti Kulit)
Tarantula tumbuh dengan ganti kulit (molting). Tanda mau molt: nafsu makan hilang, warna menggelap/kusam, dan (pada New World) area abdomen membotak. Saat molting, tarantula biasanya BERBARING TERBALIK dengan kaki ke atas — ini NORMAL, JANGAN diganggu, dibalik, atau dikira mati. Jangan beri makan sampai 4-7 hari setelah molt karena taring (fang) masih lunak. Pasca-molt tarantula sangat rapuh — jangan disentuh. Jangan pernah menarik kulit molt yang masih menempel.
7Handling & Keamanan
Beda dari reptil, tarantula BUKAN hewan untuk dipegang-pegang. Risikonya: (1) Jatuh — abdomen bisa pecah dan berakibat fatal, apalagi jenis arboreal; (2) New World bisa melempar rambut urticating yang menyebabkan gatal/iritasi parah — jauhkan dari mata dan saluran napas; (3) Old World bisa menggigit dengan venom lebih kuat — walau tidak mematikan bagi manusia sehat, gigitannya sangat sakit dan bisa menyebabkan kram otot berhari-hari. Nikmati tarantula sebagai display animal. Kalau perlu memindahkan, gunakan catch cup, bukan tangan.
8Kesehatan & Bahaya Umum
Tanda sehat: gerakan responsif, abdomen berisi (tidak kisut), makan teratur. Waspadai: dehidrasi (abdomen kisut, kaki melipat ke dalam alias death curl — segera beri akses air), tungau/mites, jamur (akibat substrat terlalu basah plus ventilasi buruk), dan luka akibat jatuh. Kunci pencegahan: kebersihan enclosure dan kelembapan yang pas. Kalau tergigit Old World, tetap tenang: cuci area gigitan, kompres, pantau reaksi, dan periksa ke dokter jika muncul reaksi berat. Karantina hewan baru sebelum didekatkan ke koleksi lain.
Disclaimer: Panduan ini bersifat umum dan berdasarkan pengalaman kontributor. Setiap hewan individu mungkin memiliki kebutuhan berbeda. Untuk masalah kesehatan, selalu konsultasikan dengan dokter hewan reptil (herp vet) terdekat.



